7 Alasan Mengunjungi Pulau Seribu

peta-kepulauan-seribuMendengar kata Kepulauan Seribu atau Pulau Seribu, tentunya bukan sesuatu yang asing bagi sobat kalamantana. Gugusan kepulauan yang terletak di sebelah utara Jakarta ini merupakan salah satu destinasi #weekend getaway bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Hampir setiap akhir pekan, lokasi ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Bagi para sobat kalamantana yang pernah berkunjung kemari, tentunya pernah merasakan keindahan alam dan kehangatan sambutan masyarakat pulau seribu. Bagi yang belum pernah, berikut ini ada beberapa alasan yang membuat para pengunjung kerap berdatangan kesini.

1. Lokasi

Kepulauan Seribu terletak sekitar 45 km sebelah utara Jakarta atau tepatnya berada di 5°23’ – 5°40’ LS dan 106°25’ – 106°37’ BT. Secara administratif Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu merupakan wilayah kepulauan dalam bingkai Provinsi DKI Jakarta. Dengan luas 108.000 hektare atau mencapai sebelas kali luas daratan Jakarta, daerah ini merupakan kawasan pelestarian alam bahari dengan pembagian zonasi yang terus menerus dikembangkan dan dijaga keindahan serta kebersihannya. Kawasan ini merupakan gugusan kepulauan yang terdiri dari 342 pulau, termasuk 158 pulau-pulau pasir dan terumbu karang baik yang bervegetasi maupun tidak. Saat ini terdapat beberapa pulau yang telah dihuni, yaitu: pulau Kelapa, pulau Kelapa Dua, pulau Panggang, pulau Harapan, pulau Pramuka, pulau Tidung, pulau Payung, pulau Pari, pulau Untung Jawa, pulau Lancong Besar dan pulau Sebira. Beberapa pulau lainnya merupakan pulau private dengan resort-resort mewah, seperti pulau Macan, pulau Matahari, pulau Putri, pulau Pantara, pulau Sepa, pulau Bidadari.

2. Akses Mudah dan Cepat

Untuk mencapai Kepulauan Seribu tidak sulit, dari Jakarta terdapat tiga akses menuju Kepulauan Seribu, yaitu:
KM DolphinPertama, dari dermaga tradisional Muara Angke yang terletak persis di belakang pasar ikan Muara Angke. Setiap hari sekitar jam 07.00 pagi, ada beberapa kapal motor penumpang (KMP) yang terbuat dari kayu yang melayani rute pulau Tidung, pulau Pari, pulau Pramuka, pulau Harapan dan pulau Kelapa. Anda cukup mengeluarkan biaya sebesar Rp. 35.000 – 45.000 perorang tergantung pulau tujuan. Kekurangannya, karena kapal motor ini merupakan moda transportasi tradisional, maka dibutuhkan waktu perjalanan yang agak lama, sekitar 2,5 – 4 jam untuk mencapai pulau-pulau tujuan. Kedua, karena harganya yang relatif murah, maka banyak yang menggunakan moda transportasi ini, terutama pada saat libur akhir pekan. Sebaiknya anda datang pagi-pagi sekali agar mendapatkan tempat duduk yang nyaman di kapal. Bagi yang membawa kendaraan pribadi, dapat menitipkan kendaraannya di sekitar pelabuhan, untuk mobil dikenakan tarif Rp. 50.000 dan motor Rp. 20.000 untuk 2 hari 1 malam.
KM KerapuKedua, dari pelabuhan Kali Adem, Muara Angke. Pelabuhan ini dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jakarta untuk memudahkan akses penduduk dan wisatawan ke Kepulauan Seribu. Setiap hari, kapal motor express yang disebut ‘Taxi Kapal’ mondar mandir mengangkut penumpang menuju pulau seribu dengan kisaran biaya sebesar Rp. 50.000 – 65.000 perorang. Walaupun sama-sama terletak di Muara Angke, namun pelabuhan ini berada di lokasi yang berbeda. Dari terminal bus Muara Angke, anda belok kiri kemudian lurus mengikuti jalan, letak pelabuhan ini persis berada di ujung jalan setelah tempat penjemuran ikan asin. Pelabuhan ini cukup nyaman, bersih, tidak becek dan tidak mengeluarkan bau seperti dermaga Muara Angke. Saat ini pengelolaannya berada dibawah dinas perhubungan pemprov Jakarta dengan kapal KM Lumba-lumba (kapasitas > 50 penumpang) dan KM Kerapu (kapasitas max 20 orang). Tiap kapal sudah memiliki rute masing-masing dengan jadwal keberangkatan 2 kali sehari, kecuali KM Lumba-lumba. Oleh karena itu anda harus datang pagi-pagi sekali karena loket dibuka jam 07.00 pagi dan biasanya sudah banyak yang mengantri. Kekurangannya, pengoperasian kapal sangat tergantung cuaca, jika ombak cukup besar, maka taxi kapal tidak akan beroperasi. Pihak pengelola menyediakan lapangan parkir yang cukup luas bagi penumpang yang membawa kendaraan sendiri.
Marina expsKetiga, dari dermaga Marina Ancol. Dengan mengeluarkan uang sebesar 250.000 – 300.000 rupiah, anda dapat menggunakan kapal yacht menuju kepulauan seribu. Waktu tempuh dari Marina Ancol sekitar 45 menit – 2 jam tergantung pulau tujuan dan kondisi cuaca pada saat itu. Bagi anda yang takut mengalami mabuk laut atau enggan berlama-lama terapung di tengah laut bersama dengan kapal motor penumpang, adalah pilihan yang bijak jika menggunakan moda transportasi dari Marina Ancol. Sayangnya, sama halnya dengan taxi kapal, jadwal pengoperasian kapal dari Marina Ancol sangat tergantung dengan kondisi cuaca. Lokasi dermaga Marina Ancol terletak di dalam kawasan Taman Impian Jaya Ancol.

3. Akomodasi

Pulau GentengAnda tidak perlu kuatir mengenai masalah akomodasi selama berada di Kepulauan Seribu. Mulai dari penginapan biasa sampai dengan resort mewah dengan berbagai fasilitas yang lengkap, dapat anda jumpai di sini. Tentunya masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Bagi anda yang memiliki budget lebih, tidak ada salahnya mencoba menginap di cottage atau resort, seperti  pulau Macan, pulau Sepa, pulau Pantara, pulau Bintang, pulau Putri, dsb. Resort-resort ini memiliki berbagai fasilitas yang lengkap dan kenyamanan pengunjungnya sangat diperhatikan. Tentunya anda harus merogoh kantong agak dalam, rata-rata untuk sekali kunjungan 2 hari 1 malam anda harus mengeluarkan biaya Rp. 1,5 juta keatas. Sementara bagi anda yang ingin liburan murah meriah, berbaur dengan masyarakat dan menikmati suasana kehidupan pulau, anda dapat memilih menginap di rumah-rumah penduduk yang telah direnovasi menjadi homestay, seperti pulau Pramuka, pulau Tidung, pulau Pari, pulau Harapan dan pulau Kelapa. Homestay milik penduduk ini cukup bersih dan telah dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, seperti pendingin udara (AC), televisi, kipas angin, bahkan beberapa diantaranya telah dilengkapi dengan closet duduk dan kamar mandi yang nyaman. Rata-rata homestay milik penduduk setempat ini dapat menampung 8 – 10 orang dengan kisaran biaya Rp. 300.000 – 800.000 untuk menginap selama 2 hari 1 malam.

4. Kegiatan

Pulau Seribu01Umumnya kegiatan yang dapat anda jumpai di kawasan wisata bahari dapat anda temukan disini. Mulai dari aktifitas snorkeling, diving, island dan beach hoping hingga water sport. Kepulauan seribu memiliki banyak spot snorkeling yang indah dengan keunikan terumbu karangnya masing-masing, sebut saja spot pulau perak, pulau matahari, pulau bira kecil, karang apl, bintang rama, karang kapal, dan masih banyak lagi. Jika anda memiliki fisik yang cukup kuat, anda dapat mencoba snorkeling marathon dari pagi hingga sore hari. Selain spot snorkeling, kepulauan seribu juga kerap dijadikan destinasi diving, bahkan banyak diver dari jakarta dan sekitarnya yang mengambil sertifikasi menyelam di kawasan ini. Hal yang paling menarik diving di kepulauan seribu adalah Wreck dan Coral drop-offnya. Dengan jarak pandang berkisar 5 m – 25 m tergantung kondisi cuaca. Ada beberapa lokasi diving favorit di kepulauan seribu, sebut saja pulau Pramuka, pulau Papa Theo, pulau Pari, pulau Kotok dan beberapa lokasi lainnya.
Gosong Pulau PerakSalah satu kegiatan yang paling dicari oleh para pecinta pantai adalah island dan beach hoping. Kepulauan seribu, sesuai dengan namanya, dikawasan ini anda akan puas menjelajah dari satu pulau ke pulau lainnya, selain letak antar pulau yang berdekatan, tiap-tiap pulau memiliki pantai yang cukup bersih dan indah dengan pasir yang halus. Selain pantai, kepulauan seribu juga memiliki beberapa gosong. Gosong adalah bentukan daratan yang terkurung atau menjorok pada suatu perairan, biasanya terbentuk dari pasir, geluh, dan atau kerikil. Salah satu spot gosong yang paling sering dikunjungi yaitu gosong pulau perak. Kegiatan lain yang dapat anda lakukan adalah water sport. Pulau tidung memiliki fasilitas water sport yang paling lengkap, mulai dari banana boat, donat boat, sofa boat sampai jetski. Beberapa resort juga memiliki fasilitas water sport sendiri.
Pulau PariBagi anda para pecinta fotografi, tentunya tidak akan melewatkan kesempatan sunrise dan sunset hunting. Indonesia memang dikenal sebagai negeri sejuta sunrise dan sunset, demikian halnya di kepulauan seribu. Jika cuaca cukup cerah, anda akan mendapatkan jepretan-jepretan sunrise dan sunset yang menakjubkan. Pada saat berawan atau mendung, jangan langsung menyimpan kamera anda, cobalah perhatikan sekeliling anda, kadangkala ada banyak obyek menarik yang bisa anda jepret.
Benteng MartelloSelain wisata bahari, kepulauan seribu memiliki potensi wisata sejarah. Sejak tahun 1610, pulau seribu telah dijadikan benteng dan pelabuhan oleh pemerintah kolonial Belanda. Salah satunya adalah pulau Kelor, pada masa tersebut, pulau ini dijadikan sebagai benteng pertahanan untuk menghalau seragan Portugis. Salah satu peninggalan Belanda yang masih ada di pulau ini, yaitu Benteng Martello. Selain itu masih ada pulau Onrust yang merupakan tempat persinggahan bagi para tentara kolonial Belanda sebelum memasuki Batavia. Pada masa pendudukan Jepang, pulau ini sempat dijadikan tempat penahanan kriminal. Di pulau ini kita dapat menemukan bangunan yang dibangun pada masa kolonial, salah satunya adalah bangunan yang pernah dijadikan rumah karantina bagi penderita penyakit menular dan rumah karantina bagi para jamaah haji yang akan berangkat ke Mekah.
Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke pulau tanpa memancing. Salah satu kegiatan yang dapat anda lakukan di pulau seribu adalah memancing. Sebagai informasi, wilayah kepulauan seribu kerap dijadikan destinasi memancing oleh komunitas dan para pehobi mancing. Namun karena penulis kurang memahami kegiatan ini sehingga tidak bisa bercerita banyak.

5. Eco-Tourism

Pulau TidungEkowisata adalah suatu konsep wisata yang berwawasan lingkungan dengan menekankan kepada aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya dan ekonomi masyarakat lokal, serta aspek pembelajaran dan pendidikan. Di pulau seribu, konsep ini diterjemahkan dengan melibatkan masyarakat dalam membangun sarana pariwisata. Sebagai contoh, masyarakat pulau pari secara swadaya memelihara dan menjaga lingkungan huniannya. Pantai di pulau Pari terkenal bersih dan asri, terumbu karangnya terawat sehingga pulau ini seringkali dijadikan destinasi menyelam dan snorkeling. Di beberapa pulau lain, terdapat lokasi penangkaran penyu dan elang bondol, seperti di pulau Kelapa dan pulau Pramuka. Pengunjung dapat melihat dan berinteraksi langsung dengan hewan-hewan tersebut di lokasi penangkaran. Di pulau Tidung, pengunjung bisa terlibat langsung dalam pelestarian lingkungan pantai. kita dapat turut berperan dengan menanam pohon bakau di lokasi yang telah ditentukan. Masyarakat di kepulauan seribu yang tadinya merupakan nelayan, bahkan beberapa diantaranya menggunakan bom ikan untuk menambah jumlah tangkapan ikan, kini sudah mulai beralih menjadi nelayan peternak. Tempat tinggal mereka pun banyak yang sudah direnovasi dan dijadikan homestay. Dengan konsep ekowisata, ibu-ibu di kepulauan seribu bisa mendapatkan tambahan penghasilan dengan mengelola homestay dan kuliner bagi para pengunjung.

6. Kuliner

Umumnya makanan yang dapat ditemukan di pulau adalah makanan laut, seperti ikan, cumi, dan udang. Bagi anda yang tidak menyukai seafood, anda dapat memesan makanan lainnya. Biasanya biaya sewa penginapan sudah termasuk paket makanan. Sementara anda juga dapat mencicipi sajian makanan lokal dari warung atau rumah makan yang tersedia, misalnya di pulau Tidung. Di pulau ini paling mudah menemukan warung makanan, terutama di lokasi pantai sebelum Jembatan Cinta. Coba cicipi sate odol yang terbuat dari ikan tongkol dengan campuran bumbu-bumbu yang diulek halus, kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dibakar. Anda juga dapat menikmati semangkok bakso khas pulau seribu dan ditutup dengan air kelapa. Biaya yang dibutuhkan untuk seporsi makanan dan minuman antara Rp. 15.000 – 20.000. Atau anda dapat mencoba hidangan seafood dari restoran Nusa Karamba yang lokasinya tidak jauh dari pulau Pramuka. Semua hidagan makanan disajikan dengan fresh dan rasa yang gurih, uniknya disini kita makan diatas laut dan langsung dapat melihat penangkaran ikan yang berada dibawahnya. Saran kami, ada baiknya anda memesan makanan dengan pihak pengelola penginapan, hal ini lebih efektif, lagipula di beberapa pulau, masih jarang ada warung makanan. Jika pun ada, biasanya makanan yang disajikan apa adanya seperti mie instan, kopi dan lain-lain.

7. Biaya

Alasan ketujuh adalah biaya. Sengaja penulis meletakkan alasan biaya sebagai poin terakhir. Mengapa? Karena besar kecilnya biaya yang diperlukan untuk mengunjugi pulau seribu sangat relatif. Nominalnya sangat tergantung kepada pilihan transportasi, akomodasi, kuliner dan lain sebagainya yang sekiranya dibutuhkan dan akan digunakan oleh sobat kalamantana. Rata-rata untuk berkunjung ke kepulauan seribu, anda harus mengeluarkan Rp. 250.000 – 1,5 juta keatas untuk kunjungan 2 hari 1 malam. Sementara bagi anda yang tidak mau repot, anda bisa menggunakan jasa pengelola tour. Saat ini . sudah banyak pengelola tour yang menawarkan paket-paket liburan ke pulau seribu dengan harga yang sangat terjangkau.

 

(Tulisan ini pernah dipublikasikan sebelumnya dengan judul yang sama di halaman ini)
Advertisements