Pari : Udara Sejuk Pantai Dalam Balutan Ketenangan

Peta PariJika ditanya pulau di kepulauan seribu yang menjadi destinasi favorit penulis, maka saya akan langsung menjawab pulau Pari. Ketika pertama kali menjejakkan kaki di pulau ini beberapa tahun yang lalu, saya pun langsung jatuh cinta. Ada beberapa alasan yang membuat saya langsung jatuh hati kepada pulau ini. Selain suasana yang asri dan rindang, pantainya yang bersih dan dikelilingi oleh pepohonan mangrove, yang paling utama adalah suasananya yang tenang, jauh dari hiruk pikuk pengunjung. Hal ini terjadi karena jumlah pengunjung di pulau ini dibatasi sehingga tidak seramai dengan pulau-pulau lain di kepulauan seribu, seperti pulau Tidung atau pulau Pramuka. Kebetulan saya lebih menyukai suasana yang tenang sehingga bisa membuat saya nyaman mengobrol dengan penduduk lokal yang saya temui ketika berkunjung ke suatu tempat, dengan demikian saya dapat menggali lebih dalam mengenai kehidupan sehari-hari maupun budaya lokal daerah tersebut.
Pulau Pari merupakan salah satu kelurahan di kecamatan Kepualau Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu. Secara geografis terletak di 6°0′14″LU 106°46′44″BT. Pulau ini dapat dicapai melalui Dermaga Muara Angke menggunakan kapal motor penumpang (KMP) dengan waktu tempuh ± 2 jam dan biaya sekitar Rp. 35.000 untuk sekali jalan. Pilihan kedua melalui Dermaga Kali Adem, Muara Angke menggunakan KM Kerapu atau KM Lumba-lumba dengan biaya Rp. 50.000 sekali jalan dan waktu tempuh ± 45 menit – 1 jam. Pilihan lainnya adalah melalui Dermaga Marina Ancol menggunakan kapal yacht dengan kisaran biaya Rp. 200.000 untuk sekali jalan dan waktu tempuh ± 30 – 45 menit.
Pulau ini dinamakan pari karena jika dilihat dari atas atau menggunakan foto udara, maka akan tampak seperti ikan pari. Pulau ini berdekatan dengan pulau Tidung, pulau Lancang, pulau Rambut dan pulau Pramuka yang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Seribu. Dataran Pulau Pari dikelilingi oleh lima pulau, yaitu: Pulau Gudus, Pulau Tengah, Pulau Burung Indah, Pulau Kongsi, dan Pulau Tikus. Rangkaian pulau-pulau tersebut tergabung dalam gugusan laguna yang luas dengan panorama menakjubkan dan dapat ditelusuri hanya dengan berjalan kaki di pesisir pantainya yang berpasir putih nan bersih.
Berbeda dengan pulau lain yang umumnya hanya memiliki tanaman mangrove dan pohon kelapa, di pulau Pari dapat ditemukan tanaman lain yang bukan merupakan tanaman khas daerah pantai, seperti pohon pisang, pohon pinus, pohon cemara, pohon buah naga, pohon mangga, pohon jambu air, petai cina, palem, pohon srikaya, dan sebagainya. Tanaman-tanaman ini dapat tumbuh dengan baik karena sebagian daratan pulau ini berbentuk cekungan sehingga dapat menampung air hujan yang jatuh ke permukaan tanah. Akibatnya air di pulau ini menjadi air tawar, tidak seperti umumnya pulau lain yang masih berupa air payau. Wilayah berupa cekungan yang terletak di sisi barat (bagian badan hingga ekor) dijadikan sebagai lokasi pemukiman, sedangkan wilayah timur (bagian kepala) berupa pesisir pantai berpasir putih dan luas yang dikelilingi oleh hutan mangrove yang berperan sebagai penahan abrasi pantai.
Pulau PariPulau dengan luas ± 43 hektare dan jumlah penduduk ± 700 orang ini memiliki tata ruang yang rapi dan kebersihan lingkungan yang sangat diperhatikan oleh penduduknya. Jarak antar rumah yang tidak berdempetan dengan pekarangan yang ditumbuhi oleh pepohonan rindang serta jumlah pengunjung yang dibatasi maksimal 300 orang, membuat suasana yang nyaman, sejuk dan tenang ketika berada di pulau ini. Di pulau Pari, selain dapat menikmati keindahan pantai berpasir putih yang luas dan tenang, snorkeling dan melihat gugusan terumbu karang yang indah dengan menyelam di sekitar pulau, anda juga dapat bersepeda atau berjalan kaki keliling pulau. Rasakan hembusan angin sejuk sambil menikmati air kelapa muda di deretan saung-saung di sepanjang pantai pasir perawan. Selain pantai pasir perawan, anda juga dapat mengunjungi pantai LIPI yang berada disisi barat dan pantai pohon abadi. Dari bukit matahari, anda dapat melihat pemandangan yang menakjudkan di kala matahari terbit maupun tenggelam.
Di pulau ini dapat ditemukan terumbu karang hidup seperti soft coralsbrain coralslabirith coralspakis laut, dan lainnya. Laguna pulau pari yang cukup luas dan dikelilingi oleh hutan bakau merupakan tempat ideal bagi ikan-ikan untuk berkembang biak, sehingga tidak heran rumpon-rumpon di sini sering dijumpai ikan-ikan besar. Dengan berbagai kekayaan dan keanekaragaman hayati ekosistem laut yang dimiliki oleh pulau Pari, maka pulau ini menjadi salah satu pulau yang dikembangkan dengan konsep ekowisata. Di pulau ini juga terdapat rumah konsevasi untuk penelitian biota laut dan riset pengembangan dan pelestarian perairan di Teluk Jakarta. Salah satunya adalah budidaya rumput laut yang dikembangkan sejak beroperasinya Pusat Pengembangan Oseanografi (P2O) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sejak tahun 1997.
Kuliner di pulau ini seperti umumnya kuliner yang dapat kita temukan di pulau-pulau lain di Kepualuan Seribu, hanya saja karena warung-warung makanan disini dibatasi jumlahnya, maka sebaiknya pengunjung memesan makanan dengan pihak penginapan. sedangkan untuk oleh-oleh, selain dodol rumput laut yang dibuat dari rumput laut yang dibudidayakan di pulau ini, terdapat manisan ceremai yang dibuat dari bahan-bahan alami tanpa bahan pengawet.
(Tulisan ini pernah dipublikasikan sebelumnya dengan judul yang sama di halaman ini)
Advertisements