Sawarna: Pantai Berpasir Putih, Selancar dan Gua Karst

IMG_1874-1875

Hamparan hijau areal persawahan dan hembusan angin sejuk dari balik perbukitan yang membentang di belakang garis pantai serta deretan pohon kelapa yang berjejer rapi layaknya pagar betis dengan pantai berpasir putih yang dihiasi oleh karang dan ditingkahi oleh hempasan ombak samudera hindia bagaikan alunan musik yang membius setiap pelancong yang datang.
Suasana alam pedesaan khas pesisir pantai selatan dengan kehidupan masyarakatnya yang bersahaja dapat kita temui di desa Sawarna, sebuah desa pesisir pantai selatan yang terletak di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Pada pertengahan tahun 2000, desa ini mulai dikenal oleh para pecinta pantai. Sejak itu, dari hari ke hari nama desa ini semakin terkenal dan menjadi buah bibir bagi mereka yang ingin berlibur ke pantai.
Desa Sawarna merupakan titik awal menjelajahi keelokan alam di wilayah ini. Terjun dan berinteraksilah dengan masyarakat sekitar, dengan demikian kita akan mendapatkan pengalaman berwisata yang berbeda. Pantai sepanjang 65 km dengan hamparan pasir putih berkilap dan suara deburan ombak ke bibir pantai menyiratkan keperkasaan dan keindahan alam yang menyatu, menciptakan sebuah surga tersembunyi di ujung selatan Banten. Selain memiliki pantai yang bersih dengan gulungan ombak yang cukup besar, Sawarna memberikan kesempatan bagi yang hobi berselancar atau surfing. Tidak heran jika kita bertemu dengan sekelompok peselancar asing dari Australia, Amerika, Jepang, Korea dan beberapa negara lainnya yang datang untuk mencicipi besarnya ombak di daerah ini. Pantai Ciantir merupakan lokasi yang paling sering digunakan untuk surfing.
Untitled-3Ketika sang mentari perlahan beranjak kembali ke peraduan dan meninggalkan rona warna kuning keemasan yang memantul melalui riak-riak air di pantai Tanjung Layar serta siluet batu karang besar yang tampak seperti layar kapal yang terkembang. Saat pagi menjelang, pergilah ke pantai Laguna Pari, disini anda dapat menyaksikan pemandangan matahari terbit. Letaknya yang berada di balik bukit membuat pantai ini tampak lebih sepi. Pantai ini merupakan tempat para nelayan melabuhkan perahunya. Gubuk-gubuk nelayan yang berjejer di pinggir pantai dapat digunakan sebagai tempat berteduh. Bergeser sedikit ke timur, kita akan menemukan pantai Karang Taraje, pantai dengan bentangan batu karang yang cukup besar dan luas. Bentangan batu karang tersebut menyerupai tangga atau undak-undakan sehingga pantai ini dinamakan Karang Taraje (Taraje dalam bahasa setempat artinya tangga).
IMG_1837Bosan bermain di pantai, kita dapat menyelusup ke dalam perut bumi. Di Sawarna, terdapat beberapa gua yang dapat dikunjungi. Gua Lalay (Lalay dalam bahasa setempat artinya Kelelawar) yang terletak di kampung Cipanas ini merupakan gua yang dihuni oleh kelelawar. Gua ini terbentuk oleh retakan batu gamping, retakan tersebut menjadi jalan air yang melarutkan batu gamping. Endapan batu gamping tersebut kemudian menghasilkan berbagai ornamen di gua ini. Panjang gua ini diperkirakan mencapai 1000 meter, sedangkan bagian dasar gua merupakan sungai bawah tanah yang berlumpur dengan kedalaman 10-15 cm. Sayangnya hingga saat ini belum ada pihak-pihak terkait yang melakukan penelitian lebih lanjut mengenai gua ini.
Gua lainnya yang sering dikunjungi adalah gua Langir yang terletak di sebelah barat dari pantai Pasir Putih. Berbeda dengan gua Lalay yang terletak di tengah hamparan persawahan, gua Langir terletak persis di depan pantai berpasir putih. Disamping gua terdapat tebing-tebing setinggi puluhan meter yang dapat digunakan untuk latihan panjat. Karena lokasinya yang lebih ke arah barat sehingga agak jauh dari pantai Pasir Putih, pantai Ciantir maupun Tanjung Layar, maka pantai maupun gua Langir tampak lebih sunyi. Disini tidak ada warung makanan, berbeda halnya dengan pantai Pasir Putih dan Tanjung Layar.
Hal lain yang dapat dilakukan selain bermain di pantai, berselancar dan menyelusup masuk ke dalam gua adalah mengunjungi sentra pembuatan gula kelapa, sentra pengrajin gitar dan biola, atau mengunjungi makam Jean Louis Van Gought. Jean Louis Van Gogh adalah pengusaha pertama yang membuka perkebunan kelapa di sepanjang Pantai Sarwana pada tahun 1907. Saat ini, perkebunan tersebut dikelola PTPN. Jean Louis Van Gogh dimakamkan di Indonesia. Makamnya sendiri baru ditemukan pada tahun 2000 dan keluarga Van Gogh di Belanda memastikan kebenaran  tentang makam Jean Louis Van Gogh di Sawarna tersebut.
Sedangkan bagi yang suka berbelanja sekedar untuk oleholeh, selain terdapat kerajinan tangan berbahan kayu, disini juga terdapat makanan khas yang terbuat dari pisang, yaitu sale pisang. Sale pisang memiliki citarasa yang manis dan proses pembuatannya masih tradisional tanpa bahan pengawet. Selain itu, pengunjung juga bisa membeli ikan teri halus atau yang sering disebut teri medan yang merupakan hasil tangkapan nelayan setempat.

Sawarna

Transportasi
petawisatasawarna_zps2663f550.jpg~320x480Untuk mencapai Desa Sawarna dapat ditempuh melalui beberapa jalur. Pertama jalur Serang-Pandeglang-Malimping-Bayah-Sawarna, kondisi jalanan di jalur ini relatif bagus kecuali jalur Saketi-Malimping yang kurang bagus karena sering dilalui truk pengangkut batubara. Jalur ini dapat ditempuh selama ± 7-8 jam dari Jakarta. Jika hari masih terang, sepanjang perjalanan dari Malimping ke Bayah, kita akan disuguhi pemandangan pantai selatan yang sangat indah. Kedua, melalui Rangkasbitung-Cileles-Gunung Kencana-Malimping-Bayah-Sawarna, kondisi jalanan di jalur ini kurang bagus. Dari pusat kota Rangkasbitung masih harus menempuh ± 150 km untuk mencapai Desa Sawarna. Ketiga, melalui Pelabuhan Ratu-Ciabareno-Bayah. Sepanjang perjalanan Pelabuhan Ratu-Bayah, kita akan disuguhi pemandangan pantai dan kehidupan masyarakat pesisir selatan, di beberapa lokasi kita akan menjumpai padang savana dan garis pantai yang indah dan bagus untuk lokasi “selfie”.
Bagi yang menggunakan kendaraan umum, anda dapat menggunakan bus jurusan Jakarta-Serang kemudian dilanjutkan menggunakan Elf jurusan Serang-Bayah. Alternatif lain adalah bus jurusan Jakarta-Pelabuhan Ratu dan dilanjutkan Elf jurusan Pelabuhan Ratu-Bayah. Sedangkan bagi yang menggunakan kendaraan umum dari Bogor, anda dapat menggunakan bus jurusan Pelabuhan Ratu dan dilanjutkan dengan bus ke arah Bayah. Bagi anda yang menggunakan kendaraan umum, diharapkan tiba di Terminal Bayah sebelum jam 5 sore, karena angkutan umum menuju Desa Sawarna akan berakhir pada jam tersebut. Alternatif lain adalah menggunakan jasa ojek motor dari terminal Bayah.
Akomodasi
Saat ini sudah banyak penginapan di Sawarna, mulai dari yang non-AC sampai yang menyediakan fasilitas lengkap, seperti AC, shower dengan dilengkapi air hangat, dan peralatan elektronik. Harganya pun beragam, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung ukuran dan luasnya. Ada penginapan yang hanya menyediakan kamar beserta kasur saja, ada juga yang menyewakan satu rumah dengan beberapa kamar. Untuk makanan anda tidak perlu khawatir, saat ini disepanjang pantai sawarna sudah banyak berdiri warung-warung makanan. Jika anda menyewa homestay, tanyakan terlebih dahulu apakah paket penyewaan sudah termasuk makanan atau belum. Jika belum anda bisa memesan kepada pihak pengelola homestay.
Advertisements