Pulau Kabung : Negeri Seribu Bagan

Senja kala itu laksana sebuah lukisan mahakarya dari sang maestro. Sejauh mata memandang tampak bagan-bagan milik nelayan setempat yang tertata dengan apik, membentuk sebuah komunitas kecil bagaikan negeri di atas air. Sebuah surga kecil yang dikelilingi oleh terumbu-terumbu karang dan ikan berwarna-warni, semilir angin dan riak kecil gelombang laut yang memantulkan warna kuning keemasaan. Perlahan sang surya pun mulai bergeser kembali ke peraduannya di ufuk barat. Warna jingga keemasan yang dipancarkannya tampak membias di atas Laut Natuna yang perkasa. Dari kejauhan, tampak daratan Kalimantan yang dikelilingi oleh gugusan pulau-pulau kecil.
gambar-1-2-orientasi-kecamatan2Pulau Kabung adalah sebuah pulau kecil yang terletak di provinsi Kalimantan Barat. Sebuah pulau yang dihuni oleh nelayan-nelayan tangguh yang hidup bersahaja melalui kearifan lokal yang telah mereka anut secara turun termurun. Sebuah pulau yang jauh dari hirup pikuk perkotaan dengan keramah-tamahan dan senyum hangat warganya yang akan menyambut setiap tamu yang berkunjung. Pulau seluas 1.015 hektar ini terletak di Dusun Tanjung Gundul, Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Pulau kecil yang dihuni oleh sekitar 400 jiwa ini merupakan salah satu dari ketujuh gugusan pulau yang berada disekitarnya, yaitu pulau Lumukutan, pulau Randayan, pulau Penata Besar dan Penata Kecil, pulau Seluas, pulau Tempurung dan pulau Semesak.
Pulau Kabung memiliki pesona bawah laut yang indah. Berbagai bentuk terumbu karang dapat kita jumpai disini. Ada dua jenis koral yang terdapat di bawah laut Pulau Kabung, yaitu soft coral dan hard coral. Selain itu beraneka macam kehidupan biota laut dapat kita jumpai. Dengan mudahnya kita dapat menjumpai Clownfish atau yang biasa disebut dengan Nemo. Begitu pula aktivitas penyu yang berenang kesana-kemari. Jika kita datang pada saat musim bertelur, maka kita dapat menyaksikan aktivitas penyu yang bertelur di daratan.
Selain keindahan bawah laut, hamparan pantai di pulau Kabung menawarkan eksotisme yang tidak kalah menarik. Di bagian barat pulau ini terdapat pantai dengan batu-batu besar yang saling bertumpuk. Lokasi ini sangat sepi dan tenang karena jauh dari perkampungan penduduk yang terletak di sebelah timur, sepanjang pantai banyak ditumbuhi pepohonan kelapa sehingga lokasi ini merupakan tempat favorit para pengunjung untuk menghabiskan waktu menikmati keindahan saat-saat tenggelamnya matahari di ufuk barat.
Pulau_Kabung_1Sementara dari dataran pulau Kabung, tampak pohon-pohon cengkeh yang ditanam oleh warga. Tanaman dengan nama latin Syzygium aromaticum mendominasi setiap sudut pulau ini. Selain sebagai nelayan, penduduk pulau ini merupakan petani-petani cengkeh. Terdapat dua jenis cengkeh yang dihasilkan, yaitu cengkeh Zanzibar dan cengkeh lokal yang disebut cengkeh hutan. Bagi tamu yang tertarik, dapat ikut serta bersama dengan penduduk pulau ini memetik cengkeh. Demikian halnya, ketika malam menjelang, para nelayan akan segera menuju ke bagan-bagan miliknya untuk menangkap ikan. Bagi tamu yang tertarik dapat ikut serta menyaksikan proses penangkapan ikan dari atas bagan.
 Transportasi
IMG_1287Untuk mencapai pulau Kabung tidaklah sulit. Pulau yang terletak ± 120 km arah utara dari kota Pontianak ini dapat dicapai dengan angkutan umum atau mobil carteran. Perjanalan sekitar 2-3 jam dari Pontianak akan melintasi daerah pesisir utara Kalimantan Barat. Sepanjang perjalanan, pengunjung dapat melihat kehidupan sehari-hari masyarakat Kalimantan Barat yang terdiri dari berbagai etnik dan suku. Turun di pantai Samudera Indah, dari sini perjalanan dilanjutkan dengan kapal bermotor. Biasanya dalam sehari terdapat dua kali penyeberangan, yaitu pagi hari sekitar jam 07.00 dan 14.00 siang. Perjalanan dari pantai Samudera Indah ke pulau Kabung memakan waktu sekitar 1 jam.
 Akomodasi
pulaukabung10Tiba di pulau Kabung, kita akan disambut oleh keramahan penduduknya, mereka akan selalu menyapa setiap tamu yang datang berkunjung ke pulau, bahkan tidak sedikit yang menawarkan untuk menginap di rumah mereka sebagai bentuk penghormatan mereka kepada tamu yang berkunjung. Bentuk rumah penduduk pulau Kabung sangat tradisional. Sepintas, tampak seperti rumah tradisional suku Melayu atau rumah Betang yang merupakan rumah tradisional suku Dayak. Rumah tersebut merupakan rumah tradisional suku Bugis, yang telah melahirkan pelaut-pelaut hebat. Sebagian besar penduduk pulau Kabung adalah keturunan suku Bugis. Mereka datang ke pulau ini setelah peristiwa pemberontakan Kahar Muzzakar di Sulawesi sekitar tahun 1950 sampai 1965 silam. Namun menurut cerita dari para tetua masyarakat, penduduk pulau ini berasal dari etnis Melayu Sambas dan etnis Tionghoa.
Advertisements