Karimunjawa, “Carribean van Java”

Kepulauan Karimunjawa merupakan gugusan kepulauan yang  berada di Laut Jawa, dengan koordinat 5°53’05.42’’ LS dan 110°26’22.46’’ BT, sekitar 45 mil laut sebelah baratdaya kota Jepara, dan 60 mil laut sebelah utara kota Semarang, Jawa Tengah. Pada tahun 1986, 22 dari 27 pulau yang termasuk dalam gugusan kepulauan Karimunjawa  ditetapkan sebagai Cagar Alam Laut, melalui SK Menhut No.123/Kpts-II/1986, sedangkan 5 pulau lainnya masuk dalam pengawasan TNI-AL. Kemudian pada tahun 1999, melalui Keputusan Menhutbun No.78/Kpts-II/1999, status Cagar Alam Karimunjawa dan perairan sekitarnya seluas 111.625 Ha diubah menjadi Taman Nasional dengan nama Taman Nasional Karimunjawa. Pada tahun 2001, sebagian luas kawasan Taman Nasional Karimunjawa seluas 110.117,30 Ha, ditetapkan sebagai Kawasan Pelestarian Alam dan Perairan, dengan Keputusan Menhut No.74/Kpts-II/2001. Saat ini Taman Nasional Karimunjawa dikelola oleh Balai Taman Nasional Karimunjawa.
Kawasan Taman Nasional Karimunjawa mempunyai lima tipe ekosistem yaitu ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah, hutan pantai, hutan bakau, ekosistem padang lamun, dan ekosistem terumbu karang. Berdasarkan jenis habitatnya, saat ini telah teridentifikasi 262 spesies flora yang terdiri atas 171 flora yang hidup hutan hujan tropis dataran rendah (151 flora hutan hujan tropis, 11 spesies lumut, 15 spesies jamur), 45 spesies mangrove, 34 spesies flora hutan pantai, 11 spesie lamun, 18 spesies rumput laut. Sedangkan untuk fauna, saat ini telah teridentifikasi 897 spesies/genus fauna yang tersusun atas beberapa kelompok satwa, yaitu: Mamalia (7), Aves (116), Reptilia (13), Insekta (42), Pisces (412),Anthozoa (182 skeleractinian dan 23 non skeleractinian), Plathyhelminthes (2), Annelida (2),Gastropoda (47), Bivalvia (8), Cephalopoda (7), Arthopoda (5), Echinodermata (31).
Kepulauan Karimunjawa secara administratif merupakan sebuah kecamatan yang terdiri dari lima buah desa dan menjadi bagian dari kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Kelima desa tersebut adalah Desa Karimunjawa, Desa Kemujan, Desa Genting, Desa Parang dan Desa Nyamuk, yang diberi nama berdasarkan pulau dimana desa itu berada. Pusat pemerintahan kecamatan berada di Pulau Karimunjawa, yang merupakan pulau terbesar dalam gugusan kepulauan tersebut.
Menurut legenda setempat, orang yang pertama kali menemukan pulau ini adalah Sunan Nyamplungan, yang merupakan putra dari Sunan Muria, salah seorang dari sembilan wali/walisongo. Konon sang Sunan memerintahkan sang putra untuk memperdalam ilmu agamanya dan menyebarkan ajaran agama Islam ke suatu pulau yang terlihat samar-samar dari pulau Jawa, atau kremun-kremun saking tana jawi dalam Bahasa Jawa, ketika beliau melihat sebuah pulau di sebelah utara Pulau Jawa dari puncak Gunung Muria. Kata-kata kremun-kremun saking tana jawi inilah yang kemudian bertransformasi menjadi Karimunjawa.

 

Mencapai Kepulauan Karimunjawa
Cara terpopuler mencapai kepulauan Karimunjawa yaitu dengan menggunakan kapal ferry dari Pelabuhan Kartini, Jepara. Ada 2 pilihan moda transportasi laut yang dapat digunakan dari Pelabuhan Kartini: 1) Kapal Motor Penumpang (KMP), yang dioperasikan oleh PT. Angkutan Sungai Dan Penyebrangan (ASDP). Saat ini armada yang dioperasikan adalah KMP Siginjai, yang berkapasitas ±  400 penumpang dan 19 kendaraan bermotor, dengan waktu tempuh ± 4 jam. 2) Kapal Motor Cepat (KMC), yang dioperasikan PT. Pelayaran Sakti Inti Makmur (PT. SIM). Saat ini armada yang dioperasikan adalah KMC Express Bahari 2C, yang berkapasitas penumpang ± 350 penumpang, dengan waktu tempuh 2 jam.
Pelabuhan laut lainnya yang dapat digunakan untuk menyeberang ke Kepulauan Karimunjawa adalah Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, dengan menggunakan KMC Express Kartini, yang dioperasikan oleh Dinas Pehubungan (Dishub) Kota Semarang, memiliki kapasitas ±150 penumpang dengan waktu tempuh 4 jam.
Untuk yang memiliki budget berlebih dan menginginkan waktu tempuh yang lebih singkat, dapat menggunakan pesawat terbang. Dengan menggunakan pesawat carteran dari Bandara Ahmad Yani, Semarang, hanya dibutuhkan waku 30 menit  untuk mencapai Bandara Dewa Daru, Karimunjawa, yang berada di Pulau Kemujan. Operator penerbangan yang melayani rute ini adalah Whitesky Aviation (dahulu bernama Kura Kura Aviation). Tipe pesawat yang dioperasikan untuk rute ini adalah Cessna-402B, yang berkapasitas 8 penumpang. Dengan diperluasnya landasan pacu Bandara Dewa Daru menjadi 1200 meter, dari sebelumnya yang hanya memiliki panjang 900 meter dengan lebar 23 meter, diharapkan maskapai penerbangan komersil yang memiliki armada dengan kasitas penumpang lebih besar tertarik untuk membuka rute penerbangan reguler dari dan ke Karimunjawa.
Penangkaran Hiu
Penangkaran Hiu terdapat di Pulau Menjangan Besar, sekitar 10 menit perjalanan menggunakan perahu bermotor dari Pulau Karimunjawa. Jenis hiu yang dibudidayakan disini adalah Black Tip Reef Shark (Carcharhinus melanopterus),yang memang banyak ditemui di perairan tropis dan subtropis yang bersuhu hangat. Hiu jenis ini memiliki ukuran yang relatif kecil, ukuran panjang tubuh rata-rata dewasanya hanya mencapai 1,6 meter. Sifatnya yang cenderung pasif dan menjauhi perenang/penyelam apabila berinteraksi dengan manusia di wilayahnya, menjadikannya sebagai daya tarik tersendiri, sehingga pengunjung dapat  mencoba berenang di dalam kolam koral buatan berisi belasan hiu.
Bukit Joko Tuwo
Merupakan salah satu tempat alternatif untuk menikmati sunset. Dengan lanskap menghadap kota Karimunjawa, pemandangan dari atas bukit ini sangat menakjubkan.  Untuk mencapai lokasi ini hanya dibutuhkan waktu ± 20 menit saja dengan berjalan kaki. Dinamai Bukit Joko Tuwo, karena di bukit ini terdapat kerangka ikan raksasa Joko Tuwo, sebutan masyarakat setempat untuk ikan paus, karena hewan mamalia laut ini memiliki rentang hidup yang cukup lama. Disamping Kerangka ikan paus tersebut, terdapat pula tasbih raksasa yang terbuat dari batu alam, gazebo/gubuk dan bangku sandar kayu yang menghadap kearah tebing, sehingga pengunjung dapat menikmati panorama karimunjawa yang menakjubkan sambil bersantai .
Tanjung Gelam
Terletak di ujung barat Pulau Karimunjawa, kawasan ini memiliki pantai dengan panorama pantai tropis yang sangat iconic dengan pasir putihnya dan pohon kelapa yang tinggi menjulang, seperti sebuah photo di postcard. Lokasi ini biasanya termasuk dalam itinerary tur laut yang mengambil rute arah barat, tetapi bisa juga diakses melalui daratan dengan kendaraan bermotor.
Legon Lele
Terletak di sebelah timur Pulau Karimunjawa, lokasi ini merupakan kawasan yang tepat bagi para pemburu sunrise. Salah satu spot yang terkenal untuk berburu sunrise adalah Pantai Nyamplung Ragas, sebuah pantai alami dengan air laut yang tenang, karena terletak di sebuah teluk. Di perbukitan yang menghadap ke arah pantai dapat ditemukan areal camping ground, walaupun tidak terlalu besar. Di puncaknya dapat ditemukan mata air yang menjadi sumber air bagi para penduduk Karimunjawa.
Tracking Hutan Mangove
Diresmikan pada 9 Mei 2012 oleh Gubernur Jawa Tengah, Tracking Hutan Mangove terletak di desa Kemuja,  tidak jauh dari jembatan kecil yang menghubungkan Pulau Kemujan dan Pulau Karimunjawa. Untuk mencapai lokasi ini menggunakan kendaraan bermotor dengan waktu tempuh  ± 30 menit dari kota Karimunjawa. Memiliki luas 10.5 Ha dan jalur sepanjang 1377 meter yang terbuat dari balok-balok kayu, terdapat 45 spesies mangrove dari 25 familia yang dapat ditemukan disini.
Komplek Makam Sunan Nyamplungan
Terkenal sebagai lokasi wisata religi, areal komplek makam Sunan Nyamplungan berada di atas bukit sebelah utara , berjarak 7 km dari kota Karimunjawa. Untuk mencapai komplek makam ini dari jalan utama yang menghubungkan Pulau Karimunjawa dengan Pulau Kemujan, dapat dilalui dengan 2 cara, yaitu dengan berjalan kaki atau dengan menggunakan kendaraan bermotor, melalui jalan yang menanjak sepanjang  ± 200 meter.  Setelah sampai di areal parkir, pengunjung harus menaiki undakan sejauh ± 50 meter untuk mencapai areal pemakaman.
Bukit Love
Dinamakan demikian karena di atas bukit ini terdapat  monument alfabet yang membentuk kata LOVE. Lokasinya berada di dukuh Jatikerep, sekitar 10 menit berkendara dari kota Karimunjawa. Dari atas bukit ini, panorama Karimunjawa yang sangat menakjubkan, dan merupakan alternatif sunset point.
Rumah Adat Legon Bajak
Terletak di desa Kemujan, komplek museum rumah adat ini dihuni oleh dua buah bangunan rumah adat, yaitu rumah adat Bugis dan rumah adat Jawa (joglo), yang letaknya saling berseberangan. Di dalamnya dapat dijumpai pernak pernik dan perabotan khas masing masing budaya.
Advertisements